INFO SEPUTAR PUTER PELUNG…

ASAL MUASAL PUTER PELUNG

Sebelum kita melakukan birding / berternak burung puter. Alangkah baiknya kita mengenal lebih dalam asal usul burung tersebut. Hal ini akan menambah wawasan keilmuan kita yang akan sedikit banyak bermanfaat untuk kesuksesan mengembang biakan Burung Dederuk Jawa ini.

Baik untuk kalangan penghobi burung anggungan, mereka yang tertarik untuk memelihara burung ini. Bahkan mereka yang mencoba untuk mempunyai usaha sampingan berternak burung untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

www.puterpelung.com
Sejarah Burung Puter / Dederuk Jawa Di Indonesia

Burung Puter atau juga dikenal dengan nama Dederuk jawa (Streptopelia bitorquata) adalah spesies burung dalam keluarga Columbidae (Merpati-Merpatian).  Jenis ini memiliki distribusi yang tidak merata , Dijumpai di Filipina dan Kepulauan Indonesia dari Sumatera, Jawa hingga Papua, tapi tidak ada di Kalimantan atau Sulawesi.

Burung Puter  telah tersebar hingga Guam dan Kepulauan Mariana Utara, namun populasi di Guam telah berkurang dengan adanya introduksi ular coklat pohon.Burung puter/dederuk jawa adalah burung yang mudah dipelihara, cocok bagi penggemar burung pemula.

Sejarah Puter Lokal, Sejarah Puter Pelung
Dipercaya burung puter telah didomestikasi oleh manusia selama kurang lebih 2000-3000 tahun. Menurut para ahli burung ini hasil domestikasi burung African Collared Dove (Streptopelia roseogrisea ). Burung ini didomestikasi awalnya untuk keperluan upacara keagamaan dan pertunjukan sulap, terutama yg bewarna putih.

Baca : Ragam Jenis Burung Puter Di Indonesia

Habitat alam burung puter atau dederuk jawa adalah hutan dataran rendah subtropis atau hutan dataran rendah tropis yang lembab dan hutan bakau subtropis atau hutan bakau tropis. Burung ini mudah didapat di kios atau pasar burung dan harganya relatif murah. Burung ini dalam kesehariannya jinak mudah akrab dengan manusia karena dipercaya di domestikasi ribuan tahun

Bentuk Fisik / Ciri-ciri Burung Puter
Ciri-Ciri yang paling mudah dikenal adalah adanya kalung hitam putih pada bagian lehernya.  Tubuh berukuran sedang (30 cm). Ekor panjang. Tubuh warna coklat kemerah-jambuan. Mirip Tekukur/Derkuku, perbedaan antara tekukur/derkuku biasa dengan burung puter/dederuk jawa adalah warna kepala lebih abu-abu.

Baca : Ciri-Ciri dan Cara Membedakan Jenis Kelamin Burung Puter

Bercak hitam pada sisi leher bertepi putih. Tidak berbintik putih. Bagian tengah membujur bulu ekor berwarna coklat. Kedua sisi bulu ekor abu-abu dengan tepi agak putih. Iris jingga, paruh hitam dengan pangkal merah, kaki merah keunguan. Suaranya adalah “Kuk… Keruk…kuk”

Makanan Burung Puter
Burung puter/dederuk jawa rajin bersuara, dan anggungannya khas ini membuat burung ini juga banyak di pelihara oleh masyarakat.  Disamping itu harganya juga cukup terjangkau.  Untuk makanan sehari-hari burung ini senang dengan bentuk biji-bijian seperti beras merah, jagung dan kacang hijau.  Meski dengan pakan yang minimalis namun burung tetap rajin bersuara.

Warna Burung Puter
Banyak dikenal pada awalnya hanya 2, yaitu burung puter putih, warna putih mulus (white color) dan puter coklat, warna coklat muda (blond color). Kemudian tahun 1950an didatangkan African Collared Dove dan disilangkan dengan burung puter (ringneck dove). Hasil dari persilangan ini menghasilkan burung puter berwarna coklat yg lebih gelap/coklat tua, yg kemudian diberi nama wild color

Varietas Baru Burung Puter

Semakin banyaknya mereka yang berusaha berternak dan mengembangkan burung ini, maka semakin banyak pula jenis-jenis burung puter yang akan kita temui. Mulai dibedakan dengan suara ataupun dari segi warna, sehingga banyak di kenal dengan jenis Varietas Baru Burung Puter dalam Anggungan dan Warna.

Dari segi suara yang saat ini ada, Puter lokal dan Puter Pelung yang beredar saat ini di Indonesia. Dan segi warna, Bond Color, White Color, Wild Color, Albino, Invory, Pied, Rosy, Tangerine, Frosty, Apricot, Ash, Blond Frosty, Bulleyed white, Ice, Light Ash, Orange, Orange Neck, Orange Pearl, Orange whiteback. Peach, Silver Ivory, Sunkist dan banyak lain varian warna baru.

Peternak Puter Pelung Dan Derkuku Kelantan mengembangkan Budidaya Burung Anggungan yang Berkualitas dan Harga bersahabat. utntuk berkonsultasi langsung aja klik www.agoos.id & www.gagegoo.com

… like this one, which is right aligned.

Mari lestarikan Burung Puter Pelung di Indonesia.

TIPS PALING MUDAH UNTUK PERAWATAN PUTER PELUNG …

Perawatan harian pada burung puter baik itu lokal atau pun puter pelung agar bermental berani alias gacor. Seperti yang kita tahu, burung puter yang masih punya kerabat dekat dengan merpati ini, kalau sudah dibilang manggung terus, tidak beraturan, tidak mengenal waktu, dan bahkan makin lama durasi anggungannya. Dalam dunia kicau, burung tersebut biasa disebut “gacor”.

Nah, kunci dan tips agar burung puter anda gacor, tentu akan kami sedikit bagikan kepada teman pecinta anggungan nusantara.

Hal pertama, memisahkan burung puter dari kandang aviary / kandang ternak, ke kandang gantangan.  Memasukan burung puter ke dalam kandang / sangkar bulat / kotak, isi 1 sangkar 1 burung. Hal ini penting, agar senantiasa burung tersebut mempunyai mental daerah kekuasaan. Apalagi ini perlu untuk burung puter pejantan. Mereka akan merasa dominan di kandangnya sendiri.

Yang kedua, letakan kandang tersebut pada tempat orang terbiasa lalu lalang. Sehingga mental burung akan terbentuk, burung yang biasanya melihat orang / asing di sekitarnya, akan menjadi terbiasa. Sehingga burung tidak terbang di dalam sangkar “klabyakan” terbang tak beraturan menabrak sangkar. Jika burung terlalu liar, gantangan bisa di tempatkan dengan jarak 2 meter dari tanah, setelah itu bisa diturunkan seukuran bahu orang dewasa. Semakin lama, burung akan terbiasa dan bersikap tenang ketika melihat orang asing di sekitarnya.

Ke tiga, berikan pakan yang berkualitas, cek dan ganti rutin setiap hari. Tidak perlu memberi pakan secara penuh dalam kotak makan, kira-kira habis satu hari. Sehingga kita juga makin mudah memantau kesehatan burung, dan semakin sering berinteraksi dengan burung.

Ke 4, lakukan penjemuran di pagi hari, antara jam 7-9. Burung puter sangat senang berjemur / didis di pagi hari. Menjaga burung tetap sehat, bulu juga akan halus mengkilap. Jika perlu 2-3 kali dalam seminggu lakukan penyemprotan dengan air, Air semprotan, biasanya kami berikan sedikit shampoo bayi, biar mudah basah bulu burung tersebut. Setelah basah, kalau perlu pegang burung secara langsung dalam kandang, dengan tangan kita sambil raba2 halus bagian kepala, badan agar burung bertambah jinak.

ke-5, Jika proses penjemuran sudah selesai. Bulu-bulu sudah halus, letakan sangkar burung pada tempat agak menyendiri dari burung lain. Hal ini perlu, jika burung masih malu-malu kucing mengeluarkan suara anggungannya ketika di tempatkan di tempat ramai bersama burung lain.

Ke-6, Pantau suara burung tersebut dan apakah burung makin lama makin jinak. Apalagi dengan kita pemiliknya yang setiap hari merawat dan memberikan makan. Jika sudah sering terpantau burung mengeluarkan anggungannya, satukan dengan burung yang lain. Burung jantan akan saling beradu / sahut-sahutan dengan sesamanya untuk menunjukan powernya.

Ke-7, semakin hari, burung akan semakin jinak dan semakin berani menganggung ketika kita dekati. Ketika malam dekatkan antara sangkar burung satu dengan yang lainnya. Mereka akan saling beradu suara, dan semakin menunjukan mental dan powernya. Di saat itu burung akan semakin gacor, apalagi kalau burung pejantan didekatkan dengan burung betina.

Ke8, Jika burung puter anda masih malas bunyi, cek kesehatananya. Minum dan beri vitamin serta lakukan penjemuran tiap hari. Jika dalam kondisi sehat, pasti segera gacor burung tersebut.

Ke-9. Faktor lain yang menyebabkan burung tiba-tiba tidak gacor, adalah proses ganti bulu, beri kesempatan burung tersebut untuk proses moulting. Beri makanan secukupnya, dan proses tersebut telah selesai burung akan gacor kembali. Bisa juga karena trauma, takut ada binatang lain seperti kucing, atau kalah dominasi dengan pejantan lain.

Demikian perawatan harian yang biasa kami berikan pada burung-burung puter di tempat kami. Semoga bermanfaat. Dan salam kuk gerukkk kwak 🙂

BETERNAK PUTER PELUNG ADALAH PILIHAN YANG TEPAT

SOLUSI BETERNAK PUTER PELUNG

Sebuah ide besar tanpa adanya satu langkah awal kecil, hanya akan menjadi sebuah ide. Berani melangkah, adalah mendekatkan kita dengan realitas kesuksesan akan buah pemikiran kita.
Seperti halnya ketika kita ingin beternak burung puter pelung, setelah banyak membaca dan mencari referensi. Menimbang dan memutuskan .. inilah saatnya membuat ide menjadi kenyataan.

Yaa, mencari breeder terpercaya atau ke pasar burung untuk mencari sepasang burung puter pelung idaman kita. Tentunya sesuai target dan budget kita masing-masing. Langkah pertama, adalah persiapan kandang ternak untuk burung kesayangan kita. Kandang Ternak Burung Puter Pelung :
Untuk memulai ternak dalam skala kecil, dalam hal ini kita akan menyiapkan 1 kandang ternak ram kawat yang bisa dengan mudah kita temukan di kios pasar burung, dengan harga sekitar Rp 80.000,- . Atau jika Anda mempunyai waktu senggang bisa saja membuat kandang sendiri. Dengan kreatifitas dan melihat beberapa contoh di Internet maka dengan mudah anda bisa membuatnya. Hal yang penting perlu diperhatikan adalah kandang harus rapat, agar predator / pengganggu tidak bisa masuk ke dalam seperti tikus, ular dan kucing. Berikut beberapa contoh kandang ternak :

Buat kandang atau pesan sesuai anggaran dana Anda. Untuk kandang no 1 dan 2 harga beli di pasar sekitar Rp 120.000,- kuat dan tahan lama.
Indukan Sepasang Puter Pelung
Yaa .. setelah kandang siap. Saatnya kita hunting Indukan Puter Pelung yang akan mendiami kandang kita. Ciri umum indukan yang bagus :

  1. Cukup umur, sekitar 7-8 bulan puter dewasa siap produksi
  2. Bulu terlihat halus, mengkilap tertata rapi sehingga bisa menggambarkan kondisi kesehatan burung.
  3. check pada dubur burung, burung sehat dubur kondisi kering tidak ada bercak seperti burung habis mencret.
  4. Pastikan indukan tersebut benar-benar puter pelung, dengan cara dengarkan secara langsung anggungannya.
  5. Kalau bisa burung tersebut ada ringnya / gelang ring di kaki pertanda burung tersebut hasil ternakan.
  6. Pastikan jantan dan betina, minta penjual untuk memilihkan dan memastikannya.
  7. Okee … dealkan dan siap untuk masuk kandang ternak

Untuk harga indukan kelas standar Puter Pelung sepasang adalah sekitar Rp 450.000, – sampai jutaan. Tergantung kualitas, dan tentunya si penjual mau ngasih brandol harga berapa. Sesuaikan anggaran. Menurut saya, lebih baik yang kualitas standar dulu. Karena kita juga tahap belajar.
Pakan 1 Bulan Pertama Puter Pelung di Kandang Ternak

Sediakan 3 tempat pakan, dan 1 tempat minum. Hal ini lebih baik karena kita bisa memantau jenis makanan apa saja yang disuka oleh burung kita. 1 tempat pakan untuk beras merah, 1 untuk miled putih, 3 Kenari set, serta 1 untuk tempat minum. Kalau minim 1 tempat pakan oplos saja jadi satu ketiga jenis pakan tersebut. 1 Bulan cukup 1 Kg miled, 1/2 kg beras merah, 1/2 Kenari seed.

Sediakan sarang tempat bertelur, baik sarang beli atau pun dari kotak yang kita kasih jerami. Sehingga jika puter yang kita beli sudah jodoh, maka 2-3 hari akan segera bertelur di kandang barunya. Dan tunggu 14 hari telur setelah dienggrami itu menetas.

” MUDAH BUKAN………AYOOOOO SEMANGAT UNTUK MERAMAIKAN PERKEMBANGAN PUTER PELUNG DI INDONESIA “

dAPATKAN BIBIT PUTER PELUNG DAN DERKUKU KELANTAN di sini


PERLENGKAPAN BETERNAK:

Selain materi Indukan puter pelung, kandang, dan pakan. tak kalah penting juga anda harus mempunyai ciri khas / nama khusus Breeding / ternak. Peternak yang sudah serius menjalankan BUDIDAYA puter pelung akan menggunakan Ring / Gelang sebagai ciri khas puter pelung hasil ternaknya.

untuk pemesanan Ring / Gelang puter pelung Anda bisa menghubungi Agoos ID

atau info lebih lengkap  klik aja  www.agoos.id/jual-ring-burung/

Pati – Jawa Tengah, 2018

GALERI :

HUBUNGI KAMI :

# HAND PHONE :

08167 49005 ( INDOSAT )

08198 49005 (       XL         )

088820 49005 ( SMARTFREN )

0852257 49005 ( TELKOMSEL )

.

WWW.PUTERPELUNG.COM

T

TERIMA KASIH

👋